Proses Realisasi Sistem

Identifikasi dan Pemilihan Alternatif Sistem
Realisasi Software Aplikasi
Realisasi Infrastruktur Teknologi
Realisasi Pengelolaan Data
Indikator Keberhasilan

Realisasi sistem TIK merupakan proses yang ditujukan untuk mengimplementasikan perencanaan TIK, mulai dari pemilihan sistem TIK sampai dengan evaluasi pasca implementasi.

Identifikasi dan Pemilihan Alternatif Sistem

  1. Pemilihan alternatif sistem atau proses pemilihan sistem dari alternatif sistem yang telah ada, dilakukan menggunakan referensi hasil studi kelayakan.
  2. Manajemen TIK melakukan studi kelayakan yang setidaknya terdiri dari aktivitas:
    • Penentuan kebutuhan secara fungsional proses bisnis dan persyaratan-persyaratan teknikal
    • Penentuan manfaat (benefit) apa yang hendak dicapai dengan keberadaan sistem yang akan dikembangkan
    • Analisis resiko terkait dengan proses bisnis
  3. Untuk sistem TIK berskala besar, strategis, dan berpotensi mempengaruhi sistem-sistem TIK sebelumnya, pemilihan alternatif sistem TIK dapat dilakukan melalui mekanisme proof of concept (POC).
    • Hanya sistem-sistem TIK yang dinyatakan lulus POC yang dapat mengikuti proses formal seleksi atau tender.
    • Pelaksanaan POC dilakukan berdasarkan skenario teknis yang disetujui oleh pihak institusi pemerintah dan vendor terkait.
  4. Pelaksanaan pemilihan sistem dari alternatif yang ada berdasarkan aturan terkait tentang pengadaan barang dan jasa yang sudah ada sebelumnya.

Realisasi Software Aplikasi

  1. Pengembangan dan/atau pengadaan (akuisisi) perangkat lunak aplikasi dilakukan berdasarkan metodologi System Development Life Cycle (SDLC) yang dipergunakan secara luas oleh industri software, yang minimal mencakup kebutuhan akan:
    1. Penerjemahan kebutuhan/persyaratan bisnis ke dalam spesifikasi desain
    2. Penyusunan desain detail dan teknikal perangkat lunak aplikasi, termasuk juga di sini pengendalian aplikasi (application control) (yang memungkinkan setiap pemrosesan dalam perangkat lunak apliasi akurat, lengkap, tepat waktu, terotorisasi dan dapat diaudit) dan pengendalian keamanan aplikasi (application security control) (yang memungkinkan terpenuhinya aspek: kerahasiaan (confidentiality), ketersediaan (availability), dan integritas (integrity).
    3. Implementasi desain detail dan teknikal ke dalam kode program (coding).
    4. Manajemen perubahan persyaratan/kebutuhan.
    5. Pelaksanaan penjaminan mutu (quality assurance).
    6. Uji coba (testing): unit testing, system testing, integration testing, user acceptance test (UAT).
    7. Instalasi dan akreditasi.
  2. Metoda SDLC juga diimplementasikan atas upgrade atas perangkat lunak aplikasi yang ada (eksisting) bersifat utama (mayor), yang menghasilkan perubahan signifikan atas desain dan fungsionalitas yang ada (eksisting).
  3. Setiap perangkat lunak aplikasi yang direalisasikan harus disertai dengan training dan/atau transfer pengetahuan kepada pengguna dan administrator sistem.
  4. Setiap software aplikasi yang direalisasikan harus disertai oleh dokumentasi berikut ini:
    1. Dokumentasi hasil aktivitas tahapan-tahapan dalam SDLC
    2. Manual Pengguna, Operasi, Dukungan Teknis dan Administrasi
    3. Materi transfer pengetahuan dan materi training

Realisasi Infrastruktur Teknologi

  1. Teknologi infrastruktur mencakup perangkat keras pemrosesan informasi (server, workstation, dan peripheral), jaringan komunikasi dan perangkat lunak infrastruktur (sistem operasi, tool sistem).
  2. Pertimbangan kapasitas infrastruktur teknologi disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga setiap realisasi infrastruktur teknologi selalu disertai sebelumnya dengan analisis kebutuhan kapasitas.
  3. Setiap realisasi infrastruktur teknologi selalu memperhatikan kontrol terkait dengan faktor keamanan dan auditability (memungkinkan audit atas kinerja dan sejarah transaksi yang dilakukan), dengan tingkat kedalaman spesifikasi disesuaikan dengan kebutuhan manajemen.
  4. Tahapan testing selalu dilakukan sebelum masuk tahapan operasional, yang dilakukan di lingkungan terpisah (environment test) jika memungkinkan.

Realisasi Pengelolaan Data

  1. Setiap langkah pengelolaan data harus memperhatikan tahapan: input, process, dan output data.
  2. Pada tahapan input, prosedur yang harus dijalankan adalah: prosedur akses data, prosedur transaksi data untuk memeriksa akurasi, kelengkapan, dan validitasnya, serta prosedur pencegahan kesalahan input data.
  3. Pada tahapan proses, prosedur yang harus dijalankan adalah: prosedur pengolahan data, prosedur validasi dan editing, serta prosedur penanganan kesalahan
  4. Pada tahapan output, prosedur yang harus dijalankan adalah: prosedur distribusi, penanganan kesalahan, dan keamanan data.

Indikator Keberhasilan

  1. Peningkatan jumlah realisasi sistem yang tidak mengalami backlog (tertunda dan mendesak untuk segera diselesaikan).
  2. Persentase realisasi sistem yang disetujui oleh pemilik proses bisnis dan manajemen TIK.
  3. Jumlah realisasi perangkat lunak aplikasi yang diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi dan selaras dengan arsitektur TIK.
  4. Jumlah realisasi perangkat lunak aplikasi tanpa permasalahan integrasi selama implementasi.
  5. Jumlah realisasi perangkat lunak aplikasi yang konsisten dengan perencanaan TIK yang telah disetujui.
  6. Jumlah perangkat lunak aplikasi yang didukung dokumentasi memadai dari yang seharusnya.
  7. Jumlah implementasi perangkat lunak aplikasi yang terlaksana tepat waktu.
  8. Penurunan jumlah downtime infrastruktur.

 

Tambahkan komentar


Kode keamanan
Refresh

© 2014 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara