|
A. PANDANGAN UMUM
Kota Padangsidimpuan merupakan hasil penggabungan Kecamatan Padangsidimpuan
Utara dan Padangsidimpuan Selatan yang sebelumnya masuk wilayah Kabupaten
Tapanuli Selatan. Kota Padangsidimpuan dikelilingi oleh Kabupaten Tapanuli
Selatan, jadi semua wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten tersebut. Luas
wilayah Kota Padangsidimpuan adalah 11.465,66 Ha atau 114,65 Km².
Secara administratif Kota Padangsidimpuan terdiri dari 5 Kecamatan 20
Kelurahan dan 58 Desa dengan jumlah penduduk 166.279 jiwa.
B. SARANA DAN PRASARAN
Kota Padangsidimpuan tersedia sarana dan prasarana transportasi darat,
laut, disamping itu tersedia pula sarana dan prasarana listrik, telekomunikasi
dan air bersih.
C. IDENTIFIKASI BIDANG USAHA POTENSIAL
Pusat Pelayanan Jasa Perdagangan dan Bisnis.
Padangsidimpuan merupakan pusat perdagangan untuk menampung dan menjadi
tempat pemasaran hasil-hasil pertanian kawasan Batang Toru dan sekitarnya,
kawasan Sipirok, Gunung Tua dan sekitarnya serta kawasan Angkota Jaya
dan sekitarnya.
Hasil Pertanian
Hasil buah di Kota Padangsidimpuan cukup banyak, terutama kolang-kaling
yang tersedia sampai 100 ton perhari dan ada sepanjang tahun, di samping
ada juga buah salak. Pengolahan yang bias dilakukan misalnya pengalengan
buah, apalagi bahan bakunya memiliki harga yang cukup murah. Salah satu
contoh yang dapat dikelola adalah bagaimana buah salak yang selama ini
dikenal sebagai simbol Kota Padangsidimpuan tetap dapat dipertahankan
lainnya adalah karet dan ubi kayu.
Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal dijadikan
sebagai bahan baku industri pengolahan karet ini. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan kualitas produk turunan dari karet.
Industri
Pengembangan industri merupakan salah satu bentuk upaya untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi Padangsidimpuan. Secara selektif jenis industri yang
relatif mudah dikelola adalah industri hasil pertanian, kerajinan dan
industri rumah tangga industri pertanian tentu dapat menjadi prioritas
utama mengingat adanya daya dukung pertanian rakyat dan perusahaan pertanian
yang ada disekitarnya. Hasil dari industri ini diharapkan dapat memberi
nilai tambah bagi hasil-hasil pertanian rakyat atau bahkan industri yang
berskala lebih besar dan modern.
Bidang Usaha Jasa Pergudangan dan Perkantoran
Fasilitas pergudangan di Kantor Padangsidimpuan masih tersebar di inti
kota. Direncanakan akan diperluas sepanjang jalan ring road Kota Padangsidimpuan,
yaitu dari Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru menembus ke Kecamatan
Padangsidimpuan Batumadua dan keluar di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara
atau sebaliknya.
D. BIDANG USAHA UNGGULAN LAYAK DIKEMBANGKAN
PENGOLAHAN BUAH TERPADU
Tanaman buah-buahan khas tropis semestinya mengalami perkembangan produksi
yang cukup berarti, baik untuk dikonsumsi dalam bentuk segar maupun untuk
industri pengolahan. Apalagi beberapa investor belakangan ini juga mulai
berminat untuk terjun dalam pengusahaan buah-buahan, termasuk yang terintegrasi
dengan pabriknya. Industri pengolahan bahan-bahan local menjadi produk
berkualitas ekspor telah ada dan umumnya tersebar di daerah-daerah yang
merupakan sentral bahan bakunya. Industri pengolahan buah-buahan yang
memproses buah untuk dikalengkan (canning), di "Juice" kan,
di "Fruit Concentrate" kan, serta sebagian dibuat jam atau selai
dan ada juga yang dikeringkan (keripik nangka, kentang dan sebagainya)
cukup banyak namun jumlah buah yang diproses tersebut masih relatif kecil
bila dibandingkan dengan produksi buah yang hanya dilakukan melalui penanganan
segar.
PABRIK TEPUNG TAPIOKA
Di Indonesia ubi kayu dimakan dalam berbagai bentuk masakan setelah dikukus,
dibakar, digoreng, diolah menjadi berbagai macam panganan atau diragikan
menjadi tapai dan lain-lain. Tepung tapioca merupakan produk dehidrasi
dari ubi kayu segar, yang penggunaannya sangat beragam, baik untuk industri
makanan maupun jenis industri lainnya.
INDUSTRI OLEOKIMIA
Pengolahan industri oleokimia dipilih sebagai bidang usaha yang layak
dikembangkan karena disekitar Kota Padangsidimpuan terdapat banyak Kebun
dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit.
|