Jumat, 29 Jan 2010
Subsidi Raskin 2010 Naik Jadi Rp13,1 Triliun
“Dibanding subsidi raskin 2009 sebesar Rp12,9 triliun,
kenaikkan subsidi tahun ini belum termasuk penambahan pagu dari 13 kg menjadi 15 kg/RTS/bulan yang alokasinya juga ditampung pada APBN-P 2010,” kata Dodo
Rusnanda Sastra, Asisten Deputi Kompensasi Sosial di Menko Kesra Bidang Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat saat sosialisasi program raskin 2010 di Medan,
Kamis (28/1).
Dihadapan Gubsu diwakili Kepala Badan Pemberdayaan
Masyarakat (Bepemas) Sumut, H Rusli, perwakilan dari BPS Pusat, Nurma, BPKP Pusat, Jondri Sinaga, PMD Depdagri, Sunaryo, dan Asdep II Menko Perekonomian, L Bistok, Dodo menjelaskan, penambahan pagu raskin 2010 menjadi 15 kg/RTS/bulan itu berdasarkan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Sidang Kabinet Terbatas tanggal 30 Desember 2009.
Dengan penambahan pagu 15 kg itu, maka satu RTS akan
menerima raskin sebesar 180 Kg untuk masa 12 bulan, atau naik dari 156 kg/RTS/tahun dengan pagu 13 kg/RTS/bulan. Dan hingga minggu IV Januari 2010,
raskin secara nasional yang sudah disalurkan mencapai 125 ribu ton dari pagu 262 ribu ton (47 persen).
Dirincikan juga, dari 17,5 juta RTS penerima raskin
2010, sebanyak 2.832.993 RTS atau 16 persen di antaranya berada di sembilan provinsi di Sumatera, yakni NAD, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu,
Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau (Kepri).
“Jumlah raskin yang disalurkan di sembilan provinsi ini
sebanyak 36.828.909 kg untuk setiap bulannya, dengan subsidi sebesar Rp1,85 triliun,” ujarnya.
Ditambahkan Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog, Sutono, penyaluran raskin periode Januari hingga Maret 2010, diharapkan bisa dipercepat kabupaten dan kota. Sebab, percepatan distribusi itu bisa menekan permintaan
yang melonjak di saat musim peceklik sekarang ini yang dampaknya membuat harga beras di tingkat desa naik lebih tinggi.
Menurut Sutono, di saat paceklik, harga beras di desa
memang melonjak naik melebihi harga beras di kota akibat beras di kota harus dipasok ke desa. Sebaliknya pada musim panen, harga beras di desa lebih rendah
dibanding di kota akibat adanya ongkos angkut dan selisih margin (harga penjualan).
Sutono tak menampik, melonjaknya harga beras saat ini,
salah satunya karena pemerintah daerah (pemda) belum seluruhnya menyalurkan raskin, khususnya saat musim paceklik. “Karenannya, mempercepat penyaluran raskin akan sangat membantu perekonomian masyarakat miskin di pedesaan dan akan mengurangi permintaan di pasar serta mengurangi kenaikkan harga,” urainya.
Di kempatan itu Sutono mengaku, saat ini harga beras IR
64 di Pasar Induk Cipinang sudah turun Rp100 dari Rp6.150/Kg menjadi Rp6.050/Kg. Harga turun juga dialami beras kualitas III sebesar Rp200/kg sampai Rp260/kg dari Rp5.950/kg menjadi Rp5.700/kg.
“Untuk antisipasi harga beras di Sumut yang cenderung
tetap naik adalah mempercepat distribusi hingga ke tingkat desa. Sedangkan melakukan Operasi Pasar (OP), signifikansinya belum sebesar dengan mempercepat
distribusi,” yakin Sutono.
Sementara itu, Humas Bulog Divre Sumut, Rusli
merincikan sampai Rabu 27 Januari 2010, pagu raskin untuk Sumut sudah disalurkan 843 ton untuk daerah Langkat, Binjai, Medan, Batubara, dan Labuhanbatu. Terkait masih adanya delapan kabupaten yang menunggak dana raskin 1998 -2008, termasuk 24 kabupaten dan kota se Sumut yang menunggak raskin pada 2009 dengan total nilai keseluruhan Rp16 miliar lebih, Rusli mengaku pihaknya akan menerapkan sanksi hukum, bila daerah penunggak tidak punya will untuk menyelesaikan.
Berita ini sudah dibaca sebanyak 425 kali ----------
|