Presiden Resmikan Fly Over Amplas dan Medan Flood Control Senilai Satu Triliun Rupiah
Presiden SBY berdialog langsung dengan Gubsu H Syamsul Arifin SE melalui video converence di Kantor Gubsu dan menanyakan manfaat kedua proyek tersebut. Pada kesempatan itu Gubsu yang didampingi Ketua DPRDSU Saleh Bangun, Wagubsu H Gatot Pujonugroho ST, Sekdaprovsu DR RE Nainggolan MM, Wakapoldasu Brigjen Pol Syarifuddin, Kasdam I/BB Brigjen TNI Yusri, Pj Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM, Bupati Sergai T Erry Nuriadi, Wakil Bupati Zainuddin Mars, Kadis
Bina Marga Ir Umar Zunaidi MM, Kepala Balai Sungai Sumut II Yani Sulastri dan pejabat sejajaran Pemprovsu menyebutkan, masyarakat merasakan manfaat pembangunan Fly Over Amplas.
Fly over Amplas ini, kata Gubsu, merupakan jalan menuju ke Jawa dan Pekan Baru termasuk menuju ke Bandara Kuala Namu. Sebelum dibangun, dikawasan Amplas ini
setiap hari pada jam-jam tertentu sering terjadi kemacetan lalulintas yang memakan waktu setengah jam.
Sedangkan pada hari-hari besar kemacetan bisa memakan waktu hampir dua jam. Dan saat ini tidak terjadi lagi kemacetan lalu lintas sekaligus menambah indahnya Kota Medan ditambah dengan adanya taman dan penghijauan.
Selanjutnya tentang pengendalian banjir ( Medan Flood Control) yang kerap melanda Kota Medan. Pengendalian ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kebetulan rumah pribadinya di Kampung Baru salah satu
korban banjir tersebut.
"Sebelum saya menjadi bupati dan Gubsu kawasan disekitar rumah saya menjadi langganan banjir. Kalau sudah datang banjir bisa mencapai ke sepusat (sepinggang-red). Namun setelah dibangun pusat pengendalian banjir di Kota Medan Alhamdulillah
tujuh kecamatan di Kota Medan yang dihuni lebih kurang satu juta penduduk tidak lagi kebanjiran," jelas Gubsu seraya menyebutkan dikawasan tersebut banyak berdiri
pusat industri dan pemukiman yang kalau terkena banjir bisa mengganggu produksi dan ketenagakerjaan.
Kepada Presiden SBY, Gubsu juga menjelaskan, saat
ini Pemprovsu sedang merencanakan pembangunan Waduk Lau Sileme-Deli Serdang yang berfungsi sebagai peningkatan pengamanan banjir Kota Medan dan sekitarnya. Dilanjutkan dengan penyediaan air minum Kota Medan berkapasitas 3000 liter perdetik, pembangunan tenaga listrik dengan tenaga air dengan kekuatan 2800 KW yang dapat menjadi proyek pariwisata. Mengenai ini kita mengrharapkan ada
kucuran dana lone," ujarnya.
Dijelaskannya, pembangunan waduk tersebut membutuhkan pembebasan lahan seluas 385 hektar
dengan biaya sebesar Rp60 milyar. Sedangkan biaya pembangunan kontruksi Rp 1,6 milyar. Penambahan Rp600 milyar dari pemerintah pusat akan digunakan untuk
pembangunan jalan poros tengah dan jalan negara sepanjang 150 kilometer.
Menurut Gubsu, meskipun listrik kami masih ada mati-mati namun masih terbaik di luar Pulau Jawa. Terjadinya pemadaman listrik akibat adanya overhoul diluar jadwal.
Dalam waktu dekat kita akan melakukan peresmian mesin pembangkit listrik di Labuhan Angin dengan kekuatan 115 X 2 mega watt. Sedangkan pada bulan Maret peresmian proyek Asahan I.
Usai video conference, Gubsu kepada wartawan mengucapkan terimakasih kepada Presiden
SBY yang berkenan untuk meresmikan Fly Over Amplas senilai Rp124 miliar dan Medan Flood Control (pengamanan banjir kota Medan) senilai Rp818 miliar. Dengan diresmikannya kedua proyek ini, lalu lintas menuju kota Medan dan keluar dari kota Medan
ke arah selatan menjadi lancar, namun untuk mendukung Bandara Kualanamu diharapkan Jasa Marga membangun ramp-on dan ramp-off menuju dan keluar dari gerbang Tol Amplas.
Berita ini sudah dibaca sebanyak 481 kali ----------