Kementerian Terkait Kunjungi Lokasi GKT, Wagubsu Yakinkan Kesiapan Danau Toba Diakui UNESCO

Medan, 17/5 - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH bersama sejumlah perwakilan dari Kementerian terkait mengunjungi beberapa tempat di Danau Toba yang menjadi lokasi penilaian oleh Tim Assesor dari UNESCO, Kamis (17/5). Kegiatan ini dalam rangka simulasi persiapan Geopark Kaldera Toba (GKT) menjadi taman bumi yang diakui dunia.

Wagubsu Nurhajizah Marpaung yakin Geopark Kaldera Toba (GKT) siap menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Untuk itu, perlu menyatukan persepsi bersama seluruh pemerintah kabupaten se-kawasan Danau Toba, agar kesiapan menuju taman bumi benar-benar dilakukan bersama. Sehingga dalam beberapa bulan ke depan, semua faktor pendukung bisa disiapkan.

"Ini memang masih simulasi, tetapi apapun ceritanya kita harus siap. Memang masih banyak yang belum selesai. Maka kami mohon disiapkan segala sesuatunya. Karena kita memang harus terus sinergi antara pusat dan daerah, tidak bisa hanya satu saja," ujar Wagubsu, saat berbincang bersama melihat kesiapan lokasi penilaian GKT menuju UGG.

Wagubsu juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada generasi muda tentang pemahaman terhadap Geopark. Namun hal itu dapat dilakukan melalui orang tua. Sehingga ketika ditanya soal Geopark, diharapkan masyarakat memahami serta dapat menjelaskan.

Sementara, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Sabrina memberikan masukan, agar panel (papan) informasi yang tersedia di titik-titik geosite dibuat dengan kalimat sederhana dan menampilkan bahasa yang mudah dimengerti. Karena tidak semua yang datang memahami istilah yang ilmiah. "Kecuali memang tidak ada bahasa lain yang bisa mewakili satu nama ilmiah," sebutnya.

Beberapa titik geosite yang menjadi contoh kunjungan tersebut diantarnya Hutaginjang (Taput), Taman Sipinsur (Humbahas), Museum TB Silalahi dan Onan (pasar) Balige (Tobasa). Seluruhnya merupakan bagian bukti kekayaan yang dimiliki Geopark Kaldera Toba, baik dari segi geologi, sejarah dan budaya serta faktor pendukung lainnya.

Karena itu, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur, Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin menekankan pentingnya mengetahui secara umum, apa sebenarnya Geopark serta bagaimana menyiapkan diri agar mendapat pengakuan dari UNESCO. Mengingat pada beberapa tahun lalu, GKT belum diakui internasional itu, karena beberapa hal seperti ketidakselarasan antara pemerintah kabupaten se-kawasan.

"Bayangkan saja kalau Gunung Tambora itu, letusannya (1815) mampu merubah iklim di Indonesia. Gunung Toba yang meletus 74 ribu tahun lalu, seratus kali lipat dahsyatnya dari Tambora. Inilah yang kita lihat sekarang ini," sebutnya.

Safri pun menegaskan, bahwa satu poin penting dari penilaian oleh UNESCO adalah kebersihan. Faktor tersebut menjadi satu keharusan dan mutlak harus dijaga oleh seluruh masyarakat.

Menyambut kedatangan rombongan, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor mengatakan pihaknya mendukung upaya tersebut. Meskipun diakuinya masih ada beberapa yang perlu dibenahi, namun jajarannya terus berusaha membenahi kawasan tersebut.

Turut hadir dalam kunjungan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu Wan Hidayati dan sejumlah pejabat lainnya.**

 

 

(Humas Provsu)-(Riva)

Tambahkan komentar


Kode keamanan
Refresh

Indeks Berita

© 2014 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara